|
6 KEUNIKAN PROGRAM YOUNG CHANGEMAKERS ASHOKA INDONESIA
Senin, 21 Juni 2010 03:13
Ditulis oleh Agni
|
|
|
|
|
Young Changemakers...?!? Apa sih?.... Keterangan tentang program Young Changemakers Ashoka Indonesia dapat dilihat di tentang Young Changemakers, selain keterangan umum yang tertera, apa sebenarnya Young Changemakers, keunikan dan kehebatan program Young Changemakers Ashoka Indonesia, mari simak! 1. Semua sosial : Lintas isu Semua isu yang berkembang di masyarakat merupakan isu sosial, asalkan berfokus kepada orang/ person / people. beragam tema kegiatan seperti lingkungan hidup, edukasi, hak asasi manusia, budaya, ekonomi , asalkan semuanya berorientasi kepada perubahan masyarakat, maka mendapatkan kesempatan untuk diapresiasi dalam kegiatan young changemakers Ashoka. yes, everything is social. just think about the others, people to people activity! 2. Rentang usia pembaharu muda (everyone changemakers) Young Changemakers (YCM) Ashoka Indonesia juga mengapresiasi anak muda mulai usia 12 tahun (max 25 tahun) yang mewujudkan gagasan sosial di masyarakat. YCM percaya bahwa anak muda punya banyak ide kreatif dan energi untuk melakukan perubahan di masyarakarkat. Semakin dini sebuah gagasan sosial dimulai, maka akan semakin banyak kesempatan untuk mendalami permasalahan sosial, mengembangkan gagasan dan bekerjasama dengan lebih banyak pihak di masyarakat 3. Awal pilihan karir menjadi seoran wirausahawan sosial Program YCM merupakan sebuah program yang mengapresiasi awal perjalanan panjang wirausahawan sosial di masyarakat. YCM sejak dini mengenalkan dunia kewirausahawan sosial bagi para pembaharu muda untuk membantu menunjukkan jalan dalam mengembangkan gagasan sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak luas (perubahan!) di masyarakat. Para pembaharu muda dapat memantapkan pilihan hidupnya sebgai seorang wirausahawan sosial (cari tahu lebih jauh tentang Fellow Ashoka) , yang mendalami isu sosial serta kegiatan sosial yang menjadi panggilan hidupnya. Komunitas YCM memberikan kesempatan peningkatan kapasitas, bagi para YCM yang terus konsisten mengembangkan gagasan sosialnya dimasyarakat. 4. Melibatkan pendamping pembaharu muda YCM tidak mengesampingkan peran pendamping pembaharu muda. Pendamping (cultivaters) adalah orang dewasa (individu / organisasi) yang memiliki kepedulian dan kemampuan memfasilitasi anak muda untuk mewujudkan gagasan sosialnya di masyarakat. Sejak batch (angkatan) YCM ke 5, YCM aktif berkolaborasi dengan para pendamping pembaharu muda untuk melahirkan lebih banyak pembaharu muda di masyarakat. 5. Tidak ada menang kalah YCM mendukung para pembaharu muda pada saat yang tepat, sesuai kriteria utama YCM: ide, empati sosial, leadership dan team work, changemaking. Tidak ada kata menang dan kalah , yang ada adalah kegiatan yang sudah layak didukung (bergabung dalam komunitas YCM), dan kegiatan yang masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. YCM tidak menginginkan seluruh kegiatan sosial yang digagas hanya berorientasi kepada penghargaan dan tidak bersifat berkelanjutan. Kegiatan sosial yang belum dapat diapresiasi oleh YCM tahun ini, tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk diapresiasi pada program YCM tahun depan. 6. Membangun sistem dan infrastruktur baru untuk melahirkan lebih banyak pembaharu muda Tidak cukup pada program yang memberi penghargaan pada sekelompok anak muda semata, YCM juga mengembangkan sistem bersama para kolega di lingkup akademi dan organisasi. Sistem tersebut memastikan lebih banyak lahir gagasan dan gerakan pembaharu muda dimasyarakat secara berkelanjutan. Penulis mengamati 3 hal penting lain (selain Dream it Do it Grow it), yang membantu kita semua melangkah membuat perubahan di masyrakat, disingkat melalui SHD atau LPL. alias what you See , what you Have, what you can Do. atau bahasa Indonesianya, apa yang kamu Lihat , apa yang kamu Punya, dan apa yang kamu Lakukan.
Disini seorang pembaharu muda mengidentifikasi fenomena sosial disekitarnya yang membuatnya resah. Dari sekian banyak keresahan sosial, seorang pembaharu muda sejati akan mampu menemukan permasalahan / fenomena sosial yang benar-benar menjadi panggilan hatinya. Sepertinya filosofis sekali ya? tidak juga, mudahnya dari pengalaman penulis berbagi cerita dengan para Young Changemakers atau para Fellow Ashoka , penulis mengidentifikasi sebuah bahasa sederhana, yaitu kata GREGET. Hal apa sih yang membuat kita GREGET? , apa sih yang menurut kita bisa menjadi lebih baik, tapi saat ini kita GREGET karena tidak berjalan dengan baik? Lalu pengalaman lain penulis bersama para Young Changemakers adalah, hal yang memanggil terus menerus, ada beberapa Young Changemakers yang tertarik dengan beberapa isu sosial, dan berkesempatan untuk beraktivitas di berbagai isu sosial, dari proses inilah mereka menemukan panggilan hatinya. yang namanya panggilan hati itu adalah hal yang berkali-kali memanggil dan merasa lebih tertarik untuk didalami / dijalani. Yuk, mulai melihat sekitar mulai memikirkan orang lain dari pada diri kita sendiri 2. WHAT U HAVE? Greget aja ga cukup, beraksi dong! tapi poin penting dari pesan ini adalah agar kita memulai perubahan sosial dari apa yang kita miliki dan kita sukai. percuma saja kalau kita mencoba melakukan perubahan dari apa yang tidak kita sukai dan tidak kita kuasai, sekedar ikut trend atau karena ada pihak yang memberi dana misalnya. Dengan memulai dari apa yang kita miliki, kita suka, kita mampu dan memang menjadi ketertarikan kita, maka kita telah meletakkan dasar perubahan sosial dalam diri kita, dan siap mengembangkannya di masyrakat, dengan penuh suka cita tentunya. Yuk, mulai melihat kepada diri sendiri dan menyadari bahwa ternyata diri kita punya banyak potensi untuk melakukan perubahan sosial. temukan bakat, minat, kreativitas yang telah dimilki selama ini dan kontribusikan dalam bentuk aktivitas kepada orang lain di masyrakat! 3. WHAT YOU CAN DO!? Poin terakhir ini bertujuan untuk menggabungkan antara apa yang menjadi keprihatinan kita, dengan apa yang kita miliki untuk melahirkan sebuah ide sosial yang dapat kita lakukan. Ya, penting untuk meramu ide sosial kita berdasar permasalahan sosial yang memang menjadi keprihatinan kita, ditunjang dengan kemampuan dan bakat yang kita milki.
Keprihatinan: konflik antar pemuda di satu kawasan timur tengah bakat / kemampuan yang dimilki : basket kalau bukan pembaharu sosial pasti bakal jauh jauh bikin aktivitas sosial yang mengawang-awang, bikin seminar tentang perdamaian, atau kampanye tentang perdamaian. Nah..coba tengok JD Walsh dan aktivitasnya di Kashmir http://www.changemakers.com/en-us/node/20565 Yang dia lakukan simple aja, ngajarin basket ke anak2 di Kashmir, tidak bicara tentang konflik, rezim dan sebagainya, tapi lewat basket dia mengajak anak untuk mengenal nilai sportivitas dan perdamaian. tengok perkembangan aktivitasnya di India dan negara lain, sekarang basketball campnya juga digunakan sebagai media penjangkauan pemuda untuk test HIV-AIDS dan aktivitas edukasi lainnya. Masih banyak lagi orang yang menjalankan aktivitas sosial dari apa yang dia suka, ambil contoh Echin. Seorang Young Changemakers dari Surabaya, keprihatinannya di bidang kesehatan reproduksi dan HIV-AIDS, yang dia lakukan bersama teman-temannya adalah membuat teater boneka untuk kampanye kesehatan reproduksi remaja, NAPZA dan HIV AIDS, karena dia memang suka bermain dengan anak SMP dan memiliki ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan kampanye nya. Tengok aksi sederhana nan apik dari temen-temen FNB di Bandung,karena suka masak dan suka berbagi, maka setiap minggunya mereka rutin mengumpulkan sisa sayur dari pasar, memasaknya bersama-sama dan membagikannya secara gratis. tidak hanya sekedar berbagi makanan gratis, melalui kampanyenya ini temen2 FNB juga menyampaiakan pesan-pesan gerakan sosial melalu acara makan2 gratis bareng yang diadakannya. So.. WHAT U SEE? apa keprihatinan sosial yang memanggilmu? Gabungkan keprihatinan sosial , dengan kekuatan yang kamu miliki, lahirkan sebuah ide yang original berasal dari diri kamu, dan kamu akan merasakan kebahagian serta kepuasan berbagi bersama orang lain! dan ketika kamu menekuni ide sosialmu, tinggal tunggu waktu aja untuk membuka pintu perubahan yang lebih besar lagi! yeah..follow your passion man!
Tahun ini Ashoka YCM bekerjasama dengan 30 partner pendamping pembaharu muda untuk mengembangkan sistem Dream it Do it Grow it bagi pemuda jangkauan masing-masing lembaga. dimulai dari rangkaian workhsop, pengembangan sistem cultivating bersama, hingga penyediaan layanan informasi dan pengembangan komunitas pendamping pembaharu muda. Saat ini juga tengah berjalan pengembangan sistem pembaharu muda di level kurikulum universitas dan sekolah. Well. demikian lah beberapa keunikan program Young Changemakers Ashoka Indonesia berdasar sari pemikiran penulis sebagai peserta program YCM, lalu bergabung dalam komunitas YCM, berkesempatan membantu dan mensupport jalannya program YCM, dan saat ini aktif menjadi staff Young Changemakers program |
| Terakhir Diperbaharui pada Senin, 21 Juni 2010 03:20 |







