Ajeng
Ditulis oleh Ashoka Indonesia
Cetak E-mail
ajengAjeng,
24 Tahun, Jakarta
Gerakan Campus Eco-Lifestyle

Sampah merupakan masalah lingkungan yang hampir terjadi di semua tempat. Kampus, sebagai salah satu penghasil sampah, perlu berperan dalam solusi masalah sampah. Ajeng melihat pengelolaan sampah berbasis kampus merupakan salah satu upaya strategis penyelesaian masalah tersebut.

Upaya pengelolaan sampah di kampus tersebut dimulainya dari mengurangi sampah kertas. Ia menginisiasi  Gerakan untuk menghemat penggunaan kertas ini dimulainya di lingkungan FISIP UI (lingkungan dimana Ajeng kuliah). Strategi yang ia lakukan mulai dari mengumpulkan dukungan melalui penandatanganan petisi, memberikan penyadaran melalui pemasangan media kampanye di berbagai titik strategis dan juga advokasi kebijakan kampus untuk mendukung gerakannya tersebut.

Gerakan kertas bolak balik ini bisa dibilang berhasil karena bisa berkontribusi dalam mengurangi setengah konsumsi kertas di FISIP yang berarti juga telah membantu mengurangi sekitar 2 juta hektar lahan pohon yang ditebang. Selain itu, total dana yang bisa dihemat FISIP dalam penggunaan kertas per tahunnya adalah sekitar 15-20 juta, dengan estimasi sekitar 5000 mahasiswa FISIP UI mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selain itu, gerakan tersebut akhirnya diadopsi oleh BEM UI untuk diterapkan di tingkat universitas, yang berarti gerakan kertas bolak-balik di FISIP UI telah menginspirasi teman-teman di luar FISIP untuk juga mengusung gerakan ini. Jika aturan itu berhasil diadopsi di tingkat universitas,maka akan berperan dalam mengajak sekitar 30.000 mahasiswa UI dalam menyelamatkan pohon di dunia.